Read more! span.fullpost {display:none;}

Tuesday, October 24, 2006


INDONESIAN NURSES IN KUWAIT CELEBRATE IEDUL FITR 1427 H ....

THERE ARE HUNDREDS COUPLES OF FAMILY OF INDONESIAN NURSES WHO LIVE IN KUWAIT,MANY OF THEM HAVING CHILDREN AND LIVE IN APARTEMENT AS SEEN ON THE PICTURE. IEDUL FITR IS THE MOST SPECIAL MOMENT..TO HAVE AN OCCASION TO MEET EACH OTHER,GATHER,CHAT AND PAY VISIT EACH OTHER...AND IS THE MOMENT OF REJOICING. THE MINISTRY OF HELATH GIVE THEM FOUR TO SIX DAYS OFF DUTY TO CELEBRATE THE FEAST....COOL ISN'T IT?...........



Perawat Indonesia merayakan Idul Fitri di Kuwait....SELAMAT IDUL FITRI 1427 H...MOHON MAAF LAHIR BATHIN..TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM...

Sunday, October 08, 2006



Indonesian National Nurses Association in Kuwait take part in celebration of Indonesian Day 2006...

Thursday, August 17, 2006

SERATUS RIBU PERAWAT DI RI NGANGGUR !






Jumlah perawat yang menganggur di Indonesia ternyata cukup mencengangkan. Hingga tahun 2005 mencapai 100 ribu orang. Ini disebabkan rendahnya pertumbuhan rumah sakit dan lemah berbahasa asing.Padahal setiap tahun, dari 770 sekolah perawat yang ada di Indonesia, lulusannya mencapai 25 ribu perawat.

"Tidak semua lulusan dapat diserap, tempat bekerja terbatas dan pengangkatan PNS juga terbatas," ungkap Staf Ahli Menko Kesra Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Arifin Badri.Arifin mengungkapkan hal itu dalam seminar bertajuk "Perawat Indonesia: Mampukah Mendapat Pengakuan di Mancanegara?" di Kampus STIKES Binawan, Jalan Kalibata, Jakarta, Kamis (22/12).


Ironisnya, data WHO 2005 menunjukkan bahwa dunia justru kekurangan 2 juta perawat, baik di AS, Eropa, Australia dan Timur Tengah. "Jadi ini merupakan peluang emas," katanya.Namun menurut Rektor STIKES Binawan Azrul Azwar, perawat-perawat Indonesia masih mengalami hambatan untuk bersaing di dunia internasional.


"Hambatan kita yang palig utama adalah bahasa. Kita bersaing dengan perawat-perawat Filipina, India dan Bangladesh yang mampu berbahasa Inggris," katanya.Karena itu yang diperlukan saat ini adalah terobosan untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional, selain peningkatan kualitas SDM dalam kemampuan berbahasa Inggris.


Jika hal itu dilakukan, ia optimistis perawat indonesia mampu bersaing dengan perawat asing."Perawat kita perlu kesempatan belajar dan bekerja di luar negeri. Dibandingkan perawat Filipina, perawat kita dikenal lebih ramah, sopan dan tidak banyak tuntutan. Perawat kita mampu bersaing dengan mereka," katanya.


Usai seminar, dilepas 53 perawat lulusan STIKES Binawan untuk belajar selama 6 bulan di University of Technology Sidney dan akan bekerja selama 2 tahun di Australia
.(dtc) (eli) Jakarta, WASPADA Online12/22/05 14:18 WIB

Tuesday, August 15, 2006

Dealing With Anaphylactic Shock.

Anaphylactic shock can occur as the result of a severe allergic reaction to a drug (such as penicillin). Blood pressure drop dramatically and the airways may become narrowed. The reaction usually occurs within minutes of taking the drug.

The main symptoms are:
- Extreme anxiety
- Pallor
- Tightness in the chest
- Breathing difficulty
- Rash
- Facial swelling
- Collapse

1. First ensure that the person is breathing. If breathing has stopped, immediate Mouth-to-Mouth Resuscitation
should be carried out.

2. If the person is conscious but having breathing difficulties, he or she usually more comfortable sitting up. If breathing is normal, lay him or her down, face up with legs raised above the level of the heart to ensure the adequate circulation of the blood.

3. Phone for medical help. While waiting, cover the person with a blanket or other article of clothing. If you have to leave the person, place him or in the Recovery Position Do not attempt to administer anything by mouth.Reference;New Guide To Medicines&Drugs,Dorling Kindersley,The Harvard Medical School Family Health Guide.
Delete It Cancel

Monday, August 14, 2006


PERAWAT INDONESIA OVERSEAS

a



Perawat Indonesia Overseas




Nursing is primarily assisting individual(sicks or well) with those activity contributing to health or its recovery (or to peaceful death) that they perform unaided when they have the necessary strenght, will or knowledge...(Henderson,1960;NCP&Doc,Lippincot Williams&Wilkins)






room view






Friday, August 11, 2006

Chest Pain Perspectives

Chest Pain Perspectives has been created as an educational forum and solution to answering your questions related to chest pain. We have redesigned the site to ensure quick and easy navigation to areas of interest. And, a significant amount of information has been added to enhance the value for medical professionals, patients and their families.
next:

Thursday, August 10, 2006


Pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi sangat mempengaruhi dunia keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi tersebut, berkembang pula institusi pendidikan khususnya dibidang keperawatan. Terbukti dengan semakin banyaknya jumlah lulusan perawat yang ada di Indonesia. Tapi dibalik itu,di negeri kita tercinta terdapat ketimpangan antara lulusan perawat dengan jumlah lapangan yang tersedia. Banyak dari lulusan perawat kita yang setelah lulus masih menganggur sampai lebih dari 2 tahun,bahkan karena kurangnya lapangan kerja yang sesuai mereka ada yang beralih profesi seperti menjadi sales representatif,bisnis MLM dan sebagainya. Sebagian dari para lulusan ada yang bisa bekerja di rumahsakit-rumah sakit pemerintah dengan status sebagai honorer dan upah yang diterima pun upah honorer,yang hanya cukup untuk membayar transportasi dari dan ketempat kerja. Sedikit beruntung bagi mereka yang bisa bekerja sebagai PNS atau bekerja di rumahsakit-rumahsakit swasta,lagi-lagi upah yang diterima pun hanya cukup untuk bayar kost dan makan. Padahal kalau menilik upah perawat di Indonesia sangatlah tidak sesuai jika dibanding dengan beratnya tugas dan resiko yang mereka hadapi. Karena perawat merupakan ujung tombak dalam pelayanan perawatan dirumahsakit.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, dengan semakin sulitnya kondisi perekonomian di tanah air,ada solusi yang mungkin bisa dilakukan oleh para lulusan perawat kita di tanah air. Menjadi perawat overseas adalah jalan terbaik. Dengan bekerja diluar negeri sebagai perawat akan banyak menghasilkan keuntungan-keuntungan. Dari segi financial, kesejahteraan sudah pasti akan terjamin.Bekerja sebagai perawat di luar negeri bisa dihargai jauh lebih tinggi daripada di dalam negeri. Untuk di Timur tengah saja,perawat kita dihargai minimal US$800,apalagi di negara-negara yang berbahasa Inggris,bisa mencapai minimal tiga kali lipat dari Timur tengah. Keuntungan yang lain, nursing science and skill kita pasti akan berkembang,kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris pun pasti bisa diandalkan.Last but not least adalah bertambahnya wawasan dalam segala hal,khususnya dunia keperawatan, kita bisa memandang tanah air kita tercinta dari sisi luar,kita bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia dari berbagai latar budaya, bahasa dan bangsa dari seluruh dunia.
Untuk itu perlu dilakukan hal-hal yang mungkin dipersiapkan. Yang paling mendasar adalah keyakinan dalam diri perawat itu sendiri,bahwa mereka berniat,yakin dan mampu untuk survive,untuk berkompetisi dengan bangsa lain demi kemajuan dunia keperawatan ditanah air dan demi kesejahteraan perawat.Peranan pemerintah dan organisasi keperawatan di Indonesia sangatlah mendukung demi tercapainya cita-cita mulia para perawat yang ingin bekerja diluar negeri.

Google